KEMENKOP DAN UKM : GENERASI MUDA SUDAH SAATNYA GELUTI BISNIS DIGITAL

By | Mei 21, 2017

 

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengajak generasi muda untuk terus mengoptimalkan kecakapan di bisnis komputerisasi. Temuan bisnis itu patut didorong dengan kecakapan isu teknologi (IT) sehingga dapat menjual produk mereka secara komputerisasi.

Baca juga: Temukan Peluang usaha rumahan di sini.

“Kenapa patut mulai bisnis komputerisasi? Sebab kini era komputerisasi yang patut ditiru segala kalangan,” kata Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Agus Muharram, pada Gerakan Nasional untuk Mendigitalisasi 58 Juta Bisnis Lokal di Indonesia, di Bandung, Kamis (18/5/2017).

Siapa malahan yang tak mencontoh arus komputerisasi ini, lanjut Agus Muharram, dengan sendirinya akan ketinggalan. “Sebab segala lini kehidupan telah bergerak dengan basis komputerisasi,” katanya.

Berdasarkan Agus, jumlah penduduk Indonesia yang besar adalah pasar potensial untuk pemasaran produk UMKM. Pasar ini, tambahnya, akan dapat berkembang lebih besar lagi seandainya ada sentuhan kreatifitas dan jiwa wirausaha.

Pada akhir tahun 2016, Badan Sentra Statistik sudah mempublikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02%. Sehingga kalau UMKM bisa berdigital bisa secara signifikan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jika kita lihat potensi ekonomi komputerisasi itu, kami mendorong pemanfaatan teknlogi komputerisasi untuk mendorong bisnis pelaku koperasi dan UMKM,” kata Agus.

Dia menambahkan, Kemenkop dan UKM mempunyai sebagian program menuju komputerisasi economy, antara lain registrasi badan undang-undang secara online. Pelatihan SDM KUKM dan mahasiswa (vocational training) sebagai techno preuner.

“Kami juga mempunyai program financial technology untuk para start-up business dan registrasi UMKM sebagai merchant di market place SMESCO, serta kerjasama dengan pelbagai market place lainnya,” kata Agus Muharram.

Di era komputerisasi ini, lanjutnya, siapa malahan dapat berbisnis atau berjualan. Sebab berbisnis di era kini tak membutuhkan kios atau armada angkutan lagi, sebab ada e-commerce.

Kemenkop dan UKM sendiri, tambah Agus Muharram, mempunyai kampung komputerisasi untuk menampung produk-produk UMKM.

“Kami mempunyai Sentra Layanan Unit Terpadu (PLUT) yang tersebar di sebagian kota dan metode pemasarannya memakai teknologi isu. Kami juga mempunyai Galeri Indonesia Wow, yang dapat diaplikasikan untuk pameran poduk Indoensia dan kreasi generadi muda, semuanya berbasis e-commerce,” kata Agus Muharram.

Agus menegaskan, pihaknya mensupport tumbuhnya pelaku KUKM komputerisasi di tanah air sehingga sasaran Presiden Jokowi untuk mewujudkan Indonesia sebagai komputerisasi energy of Asia pada tahun 2020, bisa tercapai. “Dimana jumlah pelaku UMKM yang telah go online sebanyak delapan juta unit,” katanya.

Country Director CSR IBM Indonesia, Santi Diansari, menambahkan, kecakapan berbisnis patut dijadikan dalam format yang riil. “Sekiranya dahulu mesin ketik cuma menjadi sebuah mesin ketik untuk menulis saja, ketika ini mesin ketik dapat menjadi sebuah bisnis yang besar di tangan IBM. Sebab mesin ketik itu dikelola menjadi bisnis yang besar menjadi komputer,” katanya.

Bisnis yang dikelola IBM, tambahnya, juga kian membesar bersama dengan booming digitalisasi.

Santi Diansari sepakat dengan Agus Muharram, bahwa pengembangan metode digitalisasi bukan cuma tugas Kemenkop dan UKM, tapi ini menjadi tugas bersama segala pihak, termasuk buah hati muda yang ketika ini berada di era komputerisasi.

Managing Director B-Komputerisasi Asia Indonesia, Ramadhonanto, menegaskan, digitalisasi bukan semata perlengkapan, tetapi digitalisasi ialah sebuah perubahan pola pemikiran.

“Kita telah terbiasa dengan sesuatu yang serba instan dan pesat. Metode berbisnis kita malahan patut juga berbeda. Pun kita juga patut komputerisasi mainset untuk memecahkan dilema,” katanya.

Baca juga: Temukan Peluang usaha modal kecil di sini.

Pada konferensi pers sesudah acara Agus Muharram manambahkan bahwa perlu dijalankan kerjasama dengan para stakeholder untuk bisa menyamakan visi dan misi pengembangan gerakan komputerisasi. “Untuk itu perlu dijalankan Konvensi Gerakan Nasional Berdigital (GNB),” Agus berkeinginan hal ini bisa lantas direalisasikan supaya perkembangan komputerisasi di Indonesia bisa kian maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *