Dengan Umroh Murah Februari Kita Bisa Keliling Mesjid Bersejarah di Madinah

By | Juli 12, 2017

Madinah adalah kota masjid. Di setiap sudut madinah terdapat masjid. Istimewanya, setiap masjid yang terdapat di madinah mempunyai nilai historis teologis. Masjid-masjid tersebut mempunyai makna yang sangat mendalam bagi umat islam. Untuk itu bagi anda yang ingin mengunjungi Madinah dan mengelilingi mesjid bersejarrah disana yuk ikuti umroh murah februari denga harga yg sangat murah meriah.

Diantara masjid-masjid yang mempunyai sejarah, baik pada zaman Nabi maupun zaman sahabat setelah Muhammad SAW, antara lain: Pertama, Masjid Qubba. Masjid ini adalah masjid yang mempunyai sejarah penting dalam islam, karena merupakan masjid yang pertama kali dibangun Nabi saat memasuki Madinah. Ketika Nabi memasuki Madinah, beliau menetap beberapa hari di kampong Qubba. Konon, Nabi tinggal dirumah Kultsum bin Hadam, salah seorang dari Bani Amr bin Awf.

Pada saat itulah, Nabi mempunyai inisiatif untuk membangun masjid sebagai salah satu symbol dari ajaran yang ingin dikembangkan Nabi. Beliau juga melaksanakan shalat di masjid tersebut. Didalam Al Quran, Masjid Qubba disebut sebagai masjid yang dibangun diatas fondasi takwa. Didalam hadis disebutkan, bahwa Nabi kerapkali mendatangi masjid ini pada hari sabtu, baik berjalan kaki maupun menaiki unta. Bahkan, dalam beberapa hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Imam Turmudzi, bahwa melaksanakan shalat di Masjid Qubba pahalanya setara dengan melaksanakan umrah.

Penghargaan yang begitu tinggi terhadap masjid ini dikarenakan Nabi juga memberikan perhatian khusus dengan cara mengunjungi dan melaksanakan shalat didalamnya. Kedatangan Nabi ke Qubba untuk pertama kali dinobatkan sebagai hari pertama tahun hijriah dalam sejarah islam.

Kedua, dengan paket umroh murah untuk umroh kita dapat pula mengunjungi Masjid Qiblatayn. Masjid ini juga mempunyai nilai historis teologis. Sesuai makna yang dikandung dalam masjid tersebut, yaitu dua kiblat (qiblatayn). Masjid tersebut diberi nama dengan masjid dua kiblat., karena saat Nabi melaksanakan shalat di masjid ini turunlah perintah dari Allah SWT, Maha menghadaplah kamu ke arah Masjidil Haram. Kemudian Nabi menghadap kiblat ke Ka’bah.

Didalam sebuah riwayat disebutkan, pada suatu hari Nabi melaksanakan shalat. Dalam dua rakaat pertama, Nabi menghadap kiblat ke Baitul Maqdis di Jerusalem. Tetapi kemudian turunlah perintah agar menghadap kiblat ke Masjidil Haram di Mekkah, Nabi kemudian mengubah arah kiblat sebagaimana perintah yang terakhir. Sebab itu, masjid ini dikenal dengan Masjid Bani Salmah, karena berada di perkampungan Bani Salmah.

Seperti halnya Masjid Qubba, Masjid Qiblatayn juga mempunyai nilai plus karena Nabi pernah melaksanakan shalat didalamnya. Bukan hanya itu, masjid tersebut adalah masjid yang pertama kali mendapatkan perintah untuk mengubah arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram. Jadi, Masjid Qiblatayn adalah masjid yang pertama kali dijadikan tempat shalat dengan menghadap kiblat ke Masjidil Haram.

Oleh karena itu, masjid ini menjadi salah satu masjid yang paling sering diziarahi oleh umat Islam, terutama jemaah asal Indonesia. Mereka ingin melihat satu-satunya masjid yang pernah digunakan sebagai tempat shalat Nabi dengan menghadap ke dua kiblat sekaligus. Masjid ini juga direnovasi sedemikian rupa, sehingga siapapun yang berziarah ke masjid ini akan merasakan aura yang begitu kuat memancar dari alam, karena Nabi pernah melaksanakan shalat dengan menghadap dua arah kiblat sekaligus.

Ketiga, Masjid Jumat. Masjid ini juga mempunyai muatan historis teologis, karena ditempat inilah Nabi pertama kali melaksanakan shalat jumat. Nabi dalam perjalanan dari Qubba pagi hari. Saat shalat zuhur tiba, Nabi tiba di perkampungan Bani Salim. Kemudian Nabi mengajak kepada para sahabat untuk melaksanakan shalat jumat. Sejak itulah, tempat tersebut diabadikan sebagai Masjid Jumat untuk mengenang shalat jumat.

Shalat jumat bagi setiap muslim mempunyai makna tersendiri, karena shalat ini menjadi pertemuan mingguan yang dilaksanakan secara rutin dan sukarela. Didahului oleh khutbah dan kemudian dilanjutkan dengan shalat berjamaah semakin memperkokoh kesadaran setiap muslim terhadap ajaran islam dan pentingnya solidaritas diantara mereka. Salah satu ciri khas dari shalat jumat ini adalah pengukuhan atas ketauhidan dan kerasulan Nabi. Disamping itu juga terdapat pesan pentingnya meningkatkan takwa kepada Allah SWT sebagai wujud dari komitmen yang kuat untuk melaksanakan perintah-Nya serta meninggalkan larangan-Nya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *